Langsung ke konten utama

Upaya Pembangunan Lingkungan yang Berkelanjutan

   Merencanakan dan melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan  yang berkelanjutan merupakan salah satu perdebatan yang ada di dunia saat ini. Berbagai masalah yang menyebabkan hal ini terjadi. Populasi manusia yang meningkat tidak selaras dengan produksi pangan dunia dan meningkatnya energi menjadi salah satu penyebabnya. Permasalahan ini ditambah dengan ketergantungan penggunaan energi dan bahan baku yang tidak dapat diperbaharui. Bahkan perusahaan industri yang berkembang juga menghasilkan limbah pabrik yang dapat berdampak buruk terhadap lingkungan. Walaupun terdapat perusahaan industri yang bisa mengolah limbah tersebut, pastilah membutuhkan biaya yang sangat besar untuk itu. Hal tersebut tidak dapat menyelesaikan permasalahan ketika jumlah industri semakin banyak, daya dukung alam semakin terbatas, dan sumber daya alam akan semakin menipis.
Kebutuhan manusia yang semakin meningkat menyebabkan kegiatan industri untuk menghasikan suatu produk akan semakin meningkat juga. Untuk memenuhi kebutuhan manusia tersebut, sering kali harus mengorbankan ekologi dan lingkungan hidup manusia. Hal ini dapat kita lihat betapa pesatnya perkembangan industri demi meningkatkan pendapatan manusia dan devisa Negara. Teknologi yang ada di Negara tropis memungkinkan untuk memanfaatkan hasil hutan alamnya dalam rangka pembangunan ekonomi. Tetapi bahaya yang ditimbulkan akan merusak hutan tropis sekaligus berbagai tanaman obat, bahkan fauna langka.
Gejala meningkatnya suhu bumi akibat efek rumah kaca (green house) berdampak kepada lapisan ozon yang menipis, berkurangnya luas hutan, meluasnya gurun, mencairnya es di kutub bumi sebagai indikasi terjadinya pencemaran baik yang dilakukan secara alami maupun oleh manusia karena penggunaan energi dan berbagai bahan kimia yang tidak seimbang.
Semua hal tersebut menjadi alasan mengapa perlu dilakukan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.  Banyak rakyat yang belum menyadari bahwa pentingnya pembangunan lingkungan. Padahal, pembangunan ini berdampak positif yang memiliki jangka panjang hingga generasi berikutnya.
Pembangunan berwawasan lingkungan adalah pembangunan  berkelanjutan yang mengoptimalkan manfaat sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan cara menyerasikan aktivitas manusia dengan kemampuan sumber daya alam untuk menopangnya. Berbagai usulan yang diajukan oleh para ahli untuk melakukan pembangunan ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan empat usulan, yaitu mengembangkan globalisasi baru yang menghubungkan semua pemerintahan, pebisnis, dan masyarakat dalam suatu kerja sama  internasional yang solid untuk menghadapi isu terkini, harus jujur dalam memeriksa upaya dan konstribusi domestik, keharusan mempercepat integrasi kebutuhan  lingkungan dalam pengembangan strategis, dan mempromosikan pertumbuhan berkelanjutan yang berkeadilan.
Proses pembangunan ini bertumpu pada kondisi sumber daya alam, kualitas lingkungan, dan faktor kependudukan. Kondisi sumber daya alam haruslah diolah dalam batas kemampuan pulihnya. Maksudnya, sumber daya alam tersebut tidak diolah secara besar-besaran karena akan mengurangi populasi pohon yang ada di hutan dan dapat mengurangi biodiversitas suatu wilayah. Namun, jika sumber daya alam tersebut hanya sedikit diolah, maka kebutuhan manusia tidak akan terpenuhi. Kualitas lingkungan juga mempengaruhi pembangunan ini. Semakin tinggi kualitas suatu lingkungan, maka akan semakin tinggi kualitas sumber daya alam yang mampu menopang pembanguna yang berkualitas. Faktor lainnya adalah kependudukan. Kependudukan yang sebelumnya menambah beban Negara, diharapkan dapat dijadikan modal pembangunan lingkungan ini.
Setelah mengetahui beberapa faktor utama dalam pembangunan lingkungan, sebaiknya diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari. Contohnya pada pembukaan jalan baru. Untuk membuka jalan baru tersebut, sebelumnya harus mengetahui resiko-resiko yang akan ditimbulkan, seperti menebang beberapa pohon yang menghambat pembuatan jalan, berubahnya lapisan tanah yang akan digunakan, tergusurnya rumah warga jika ada yang bermukim di kawasan pembukaan jalan, dan sebagainya. Semua resiko tersebut harus ditanggung dengan melakukan upaya-upaya yang efektif demi pembangunan lingkungan.
Upaya yang dilakukan pemerintah umumnya berupa aturan, seperti mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1660 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah, menerbitkan UU No.4 Tahun 1982 tentang ketentuan pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, memberlakukan peraturan pemerintah RI No. 24 Tahun 1986 tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan), dan merencanakan gerakan menanam sejuta pohon. Pada tahun 1991 pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan dengan tujuan pokok, yaitu menanggulangi kasus pencemaran, mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3), dan melakukan penilaian analisi mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
Pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan hidup memerlukan keterpaduan dan koordinasi yang mantap antara pemanfaatan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan dalam suatu kurun waktu, dimensi ruang, dan terkoordinasi agar tepat guna, dan berdaya guna. Masyarakat bersama pemerintah dapat melakukan upaya pelestarian hidup dengan cara yang lain, seperti pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring, atau perbukitan), udara, hutan, laut, flora dan fauna.
Pelestarian tanah dapat dilakukan dengan menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Sedangkan untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan.
Pelestarian hutan dapat dilakukan dengan reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul,  melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang, menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon, menerapkan sistem tebang tanam dalam kegiatan penebangan hutan, dan menerapkan sangsi yang berat bagi mereka melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan
Pelestarian laut dapat dilakukan dengan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai, melarang pengambilan batu karang yang ada disekitar pantai maupun di sekitar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut, melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan, dan melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan. Sedangkan untuk  pelestarian flora dan fauna dapat dilakukan dengan mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa, melarang perburuan liar, dan menggalakan kegiatan penghijauan.

Daftar Pustaka
Ehrlich, R. Paul, 2009, Concervation Biology for All, Oxford: UK
id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_berkelanjutan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akankah Tanaman Andalas yang Merupakan Maskot Sumatera Barat Hanya Tinggal Nama?

                              Setiap daerah biasanya memiliki suatu ciri khas yang menjadi identitas daerah tersebut, begitu juga dengan Sumatera Barat. Provinsi ini memiliki maskot berupa tanaman asli pulau Sumatera, yaitu Andalas. Tanaman andalas dulu sangat banyak tumbuh di sepanjang pulau Sumatera, dari Aceh hingga Lampung, dan oleh karena itu, pulau Sumatera juga dikenal dengan pulau Andalas.                Khusus di Sumatera Barat, pohon andalas yang dulunya banyak tumbuh di provinsi ini menjadi sebuah ide nama daerah oleh masyarakat di Sumatera Barat. Ditemukan beberapa daerah bernama Andaleh (Andalas) seperti nagari Andaleh di Kab. Tanah Datar, Kab. Agam, Kab. Lima Puluh Kota, dan terdapat kelurahan Andalas di Kota Padang. Selain menjadi nama suatu daerah, kata Andalas ini juga digunakan dalam menamai instansi pendidikan di Padang yaitu, Universi...

Ringkasan Biografi Rahmah El Yunusiyyah

Ringkasan Biografi Rahmah El Yunusiyyah oleh Diana Fadhilah Pendidikan pada masa silam sangat susah didapatkan.Hanya kalangan tertentulah yang dapat menuntut ilmu. Namun, pada masa itu lahirlah beberapa tokoh yang sangat berpengaruh terhadap kemerdekaan negara dan terhadap pendidikan di Indonesia serta kesetaraan gender. Negeri kita, Minangkabau terkenal telah melahirkan tokoh utama di negara kita, baik itu alim ulama maupun para cendikiawan. Bukan hanya kaum pria yang menonjol, kaum wanitanya juga. Salah satu tokoh perempuan hebat dari negeri kita, Minangkabau adalah  Rahmah El Yunusiyyah. Ia berperan besar dalam pembaharuan pendidikan Islam dalam rangka meningkatkan posisi kaum perempuan dengan cara membangun Diniyah School Putri. Diniyah School Putri merupakan buah terbesar karya Rahma yang sangat terkenal  di Nusantara bahkan hingga ke Mancanegara sampai saat ini. Rahmah mendirikan sekolah itu karena ia tidak setuju dengan anggapan masyarakat dulu yang meng...

The Malayan Giant Frog (Limnonectes blythii)

                                                                               Limnonectes blythii yang dikenal dengan The Malayan Giant Frog saat ini hampir mendekati kepunahan. Walaupun spesies ini bukan endemik dari wilayah di Indonesia, data-data yang terkait tentang spesies ini masih sedikit. Spesies ini disebut dengan The Malayan Giant Frog karena spesies ini memiliki ukuran tubuh yang sangat besar, bahkan ada yang mencapai 26 cm. Spesies ini adalah katak terbersar kedua setelah Conraua goliath Famili Conrauidae dari Afrika Tengah (Iskandar, 1998). A.     Sistematika Kingdom       :           Animalia Phylum          :  ...