Langsung ke konten utama

The Malayan Giant Frog (Limnonectes blythii)

                                                                              

Limnonectes blythii yang dikenal dengan The Malayan Giant Frog saat ini hampir mendekati kepunahan. Walaupun spesies ini bukan endemik dari wilayah di Indonesia, data-data yang terkait tentang spesies ini masih sedikit. Spesies ini disebut dengan The Malayan Giant Frog karena spesies ini memiliki ukuran tubuh yang sangat besar, bahkan ada yang mencapai 26 cm. Spesies ini adalah katak terbersar kedua setelah Conraua goliath Famili Conrauidae dari Afrika Tengah (Iskandar, 1998).



A.    Sistematika

Kingdom       :           Animalia
Phylum          :           Chordata
Subphylum    :           Vertebrata
Superclass     :           Tetrapoda
Class             :           Amphibia
Order            :           Anura
Family           :           Dicroglossidae
Genus            :           Limnonectes
Species          :           Limnonectes blythii(Boulenger, 1920)
                                                                      (iucn.org, 2014)

B.     Morfologi
Katak berukuran besar, kaki belakang panjang dan kuat, moncong menyudut tajam, kaki belakang berselaput renang penuh sampai piringan sendi. Tekstur kulit halus diseluruh permukaan tubuh. Warna merah kecoklatan sampai coklat, biasanya terdapat garis berwarna coklat gelap dari lubang hidung sampai mata, garis memotong berwarna gelap antarmata, sering terdapat tanda berbentuk huruf “W” di bahu. Ukuran tubuh jantan 90 – 175 mm, dan betina 85 – 125 mm (Iskandar, 2003).

C.     Habitat

Terdapat dalam hutan primer sampai hutan sekunder, di sungai-sungai sedang sampai anak sungai. Hutan primer adalah hutan yang masih asli ekosistemnya yang belum terganggu oleh manusia. Sedangkan hutan sekunder adalah hutan yang ekosistemnya sudah terganggu oleh manusia, namun dengan seiring waktu berjalan hutan sekunder dapat memilki ekosostem yang sama dengan hutan primer(Iskandar, 2003). Secara bertahap, spesies ini dapat hidup di habitat yang sudah terganggu (Chan and Goh, 2010).



D.   Distribusi

Kawasan Ekosistem Leuser (Soraya: Aceh Singkil, Waihni Jamur Gele, Aceh Tenggara, Bohorok-Bukit Lawang, Sei Besitang; Langkat), Kalimatan, Semenanjung Malaysia, Myanmar (Iskandar, 2003).

E.     Perilaku
Spesies ini merupakan hewan nocturnal dan semi aquatik selama berada di sungai yang panjang di dalam hutan dan rawa, dan merupakan satu-satunya anggota dari genus Limnonectes yang akan ditemukan di luar mature forest. Suaranya terdengar seperti erangan bernada rendah (Lim, KKP, 2015).
Menurut Chan and Goh, 2010, spesies dewasa cenderung gugup, biasanya melompat jauh ketika didekati terlalu dekat. Spesies ini biasa memakan hewan invertebrata seperti cacing, serangga, kepiting, dan katak lain, serta ular kecilpun juga menjadi konsumsinya.
Individu betina lebih aktif melakukan vokalisasi daripada individu jantan (Emerson, 1999).
F.    Reproduksi
Reproduksi dari spesies ini secara seksual dan fertilisasi eksternal. The Malayan Giant Frog melakukan amplexus di pinggir kolam air tawar secara axilary. Ukuran tubuh jantan lebih kecil daripada ukuran tubuh betina (Chan and Goh, 2010). Saat musim kawin jantan menggali lubang di pasir atau kerikil halus (gravel), dimana betina akan meletakkan telurnya (Iskandar, 2003).


Berudu spesies ini berwarna krem hingga coklat dengan bintik-bintik hitam dan band di bagian ekornya, memiliki mata tipe dorsal eye, spiracle bertipe sinistral lateroventral, larva bertipe benthic, nostril dorsal,  (McDiarmid R.W et al, 1999).
Rumus geliginya adalah I/ 1-1 + II. Rumus tersebut sama dengan rumus geligi Limnonectes macrodon (Ming L.T, 2005).


G.    Pertahanan Diri
Bentuk pertahanan diri dari predator atau dari bahaya yang lain yaitu dengan melompat dan berenang. Selain itu, genus Limnonectes memiliki semacam gigi taring pada individu jantan yang berguna untuk menyerang predator (American Museum of Natural History, 2015).

H.     Pemanfaatan
Spesies ini dimanfaatkan untuk konsumsi karena lengannya yang berdagingdan spesies ini sering diperdagangkan baik di dalam maupun di luar negeri. Oleh karena itu, jumlah individu dari spesies ini semakin berkurang dan disebabkan juga oleh habitatnya yang semakin sempit (Lim, KKP, 2015).




I.     Status Konservasi
Status konservasi dari Limnonectes blythii yaitu Near Threatened karena jumlah individunya semakin sedikit yang mendekati 10.000 individu di dunia (iucn.org, 2015).








Daftar Pustaka
American Museum of Natural History. 2015. http://research.amnh.org/ vz /herpetology/amphibia/Amphibia/Anura/Dicroglossidae/Dicroglossinae/Limnonectes/Limnonectes-blythii. 4 Januari 2015 Pukul 20.58 WIB.
Chan S.H and  Collen Goh. 2010. Frogs of sungei buloh wetland reserve                            (amphibia: anura). Nature in Singapore. National University of                          Singapore. Singapore, 3: 103-116.
Ecology Asia.2015.http://www. ecologyasia.com/ verts/amphibians/ malayan_giant_frog.htm. 4 Januari 2015 Pukul 20.56 WIB
Emerson. 1999. Mating vocalization female frogs: control and evolutionary mechanisms. p. 2,6,7.
IUCN. 2015. http://www.iucnredlist.org/details/58329/0. 4 Januari 2015                                                      Pukul 20.50 WIB
Iskandar D.T. 2003. Panduan lapangan amfibi di kawasan ekosistem                                                         Leuser. Perpustakaan Nasional. Bogor, hal. 32.
Lim, KKP. 2015. http://lkcnhm.nus.edu.sg/dna/organisms/details/778. 4 Januari 2015 Pukul                    21.51 WIB.
McDiarmid R.W et al. 1999. Tadpoles: the biology of anuran larvae. The University of                           Chicago Press. Chicago and London, p. 29-33.
Ming L.T. 2005. Larval systematics of the paninsular malaysian ranidae (amphibia: anura).                    National University of Singapore. Singapore, p.36-37, 178.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akankah Tanaman Andalas yang Merupakan Maskot Sumatera Barat Hanya Tinggal Nama?

                              Setiap daerah biasanya memiliki suatu ciri khas yang menjadi identitas daerah tersebut, begitu juga dengan Sumatera Barat. Provinsi ini memiliki maskot berupa tanaman asli pulau Sumatera, yaitu Andalas. Tanaman andalas dulu sangat banyak tumbuh di sepanjang pulau Sumatera, dari Aceh hingga Lampung, dan oleh karena itu, pulau Sumatera juga dikenal dengan pulau Andalas.                Khusus di Sumatera Barat, pohon andalas yang dulunya banyak tumbuh di provinsi ini menjadi sebuah ide nama daerah oleh masyarakat di Sumatera Barat. Ditemukan beberapa daerah bernama Andaleh (Andalas) seperti nagari Andaleh di Kab. Tanah Datar, Kab. Agam, Kab. Lima Puluh Kota, dan terdapat kelurahan Andalas di Kota Padang. Selain menjadi nama suatu daerah, kata Andalas ini juga digunakan dalam menamai instansi pendidikan di Padang yaitu, Universi...

Ringkasan Biografi Rahmah El Yunusiyyah

Ringkasan Biografi Rahmah El Yunusiyyah oleh Diana Fadhilah Pendidikan pada masa silam sangat susah didapatkan.Hanya kalangan tertentulah yang dapat menuntut ilmu. Namun, pada masa itu lahirlah beberapa tokoh yang sangat berpengaruh terhadap kemerdekaan negara dan terhadap pendidikan di Indonesia serta kesetaraan gender. Negeri kita, Minangkabau terkenal telah melahirkan tokoh utama di negara kita, baik itu alim ulama maupun para cendikiawan. Bukan hanya kaum pria yang menonjol, kaum wanitanya juga. Salah satu tokoh perempuan hebat dari negeri kita, Minangkabau adalah  Rahmah El Yunusiyyah. Ia berperan besar dalam pembaharuan pendidikan Islam dalam rangka meningkatkan posisi kaum perempuan dengan cara membangun Diniyah School Putri. Diniyah School Putri merupakan buah terbesar karya Rahma yang sangat terkenal  di Nusantara bahkan hingga ke Mancanegara sampai saat ini. Rahmah mendirikan sekolah itu karena ia tidak setuju dengan anggapan masyarakat dulu yang meng...